Langkah selanjutnya
yang harus kita pahami untuk menjadi seorang teknisi ponsel yaitu kemampuan
memeriksa kondisi komponen dalam ponsel, apakah masih berfungsi dengan baik
atau rusak.
Alat yang digunakan untuk melakukan deteksi kerusakan komponen ponsel sangat beraneka ragam, dari alat yang paling murah hingga yang paling mahal. Umumnya kendala yang dihadapi oleh para teknisi pemula yaitu modal, untuk itu kita harus jeli memilih peralatan apa yang paling kita butuhkan sebagai alat bantu perbaikan ponsel, jika dana kita banyak kita bisa menggunakan (osiloskop) yang berharga cukup mahal.
Alat yang digunakan untuk melakukan deteksi kerusakan komponen ponsel sangat beraneka ragam, dari alat yang paling murah hingga yang paling mahal. Umumnya kendala yang dihadapi oleh para teknisi pemula yaitu modal, untuk itu kita harus jeli memilih peralatan apa yang paling kita butuhkan sebagai alat bantu perbaikan ponsel, jika dana kita banyak kita bisa menggunakan (osiloskop) yang berharga cukup mahal.
Jika dana masih
sangat terbatas, perangkat minimal yang harus saya miliki yaitu obeng set
(Rp.20.000) dan multitester (Rp.35.000). Toh, hanya dengan dua perangkat wajib
inipun saya sudah dapat menghasilkan uang dari hasil perbaikan kerusakan ringan
pada ponsel.
Kali ini saya akan
memberikan panduan komplit teknik menganalisa kerusakan dan pengukuran komponen
ponsel dengan menggunakan alat yang paling sederhana yaitu Multitester yang
sudah sangat sering digunakan oleh para teknisi elektronik.
Pada multitester,
kabel merah adalah kutub positif dan kabel hitam adalah kutub negatif.
Pengenalan
komponen dan pengukurannya :
1. SPEAKER
fungsinya speaker
yaitu mengubah getaran listrik menjadi getaran suara.
Pengukuran x1 ohm jarum bergerak naik 20 – 50 ohm
Kabel merah dan kabel hitam boleh bolak – balik
Biasanya terdengar bunyi bergemerisik, mensayakan bahwa speaker dalam kondisi OK
Pengukuran x1 ohm jarum bergerak naik 20 – 50 ohm
Kabel merah dan kabel hitam boleh bolak – balik
Biasanya terdengar bunyi bergemerisik, mensayakan bahwa speaker dalam kondisi OK
2. MICROFON
Fungsi microfon
sebagai pengeras suara atau media transfer suara.
Pengukuran dengan indikator x10 ohm jarum bergerak naik 20 – 50 ohm
Kabel merah dan kabel hitam tidak boleh terbalik, caranya lakukan uji coba kabel merah pada konektor pertama jika tidak naik maka letakkan kabel merah pada konektor kedua , jarum pada multitester harus naik. Jika uji coba dilakukan keduanya jarum pada multitester tidak naik maka mic rusak dan harus diganti
Pengukuran dengan indikator x10 ohm jarum bergerak naik 20 – 50 ohm
Kabel merah dan kabel hitam tidak boleh terbalik, caranya lakukan uji coba kabel merah pada konektor pertama jika tidak naik maka letakkan kabel merah pada konektor kedua , jarum pada multitester harus naik. Jika uji coba dilakukan keduanya jarum pada multitester tidak naik maka mic rusak dan harus diganti
3. BUZZER
Fungsi buzzer sebagai
penghasil dering dan speaker phone pada ponsel
Pengukuran dengan indikator x1 ohm jarum naik.
Kabel merah dan kabel hitam boleh bolak –balik
Biasanya terdengar bunyi bergemerisik, mensayakan bahwa buzzer dalam kondisi OK
Pengukuran dengan indikator x1 ohm jarum naik.
Kabel merah dan kabel hitam boleh bolak –balik
Biasanya terdengar bunyi bergemerisik, mensayakan bahwa buzzer dalam kondisi OK
4. VIBRATOR /motor
getar
Berfungsi sebagai
penghasil getar pada ponsel, pengukuran dengan indikator x1 ohm jarum bergerak
naik dan vibrator bergetar, kabel merah dan kabel hitam boleh bolak – balik.
Jika melakukan pengukuran ini vibrator harus getar jika tidak maka vibrator
rusak dan harus diganti.
5. SWITCH ON/OFF
fungsinya sebagai
sakelar untuk pemutus dan penghubung
Arus, menghidupkan dan mematikan ponsel.
Pengukuran pada switch on/off
Arus, menghidupkan dan mematikan ponsel.
Pengukuran pada switch on/off
Switch dengan 2 kaki
Pengukuran x1ohm, switch ditekan jarum naik, switch dilepas jarum kembali ke 0.
Kabel merah dan kabel hitam boleh bolak – balik.
Switch dengan 4 kaki
Pengukuran x1ohm, switch ditekan jarum naik, switch dilepas jarum kembali ke 0.
Kabel merah dan kabel hitam boleh bolak – balik.
Switch dengan 4 kaki
Dua kaki diatas
adalah negatif dan dua kaki dibawah adalah positif, bisa juga terbalik dua kaki
diatas adalah positif dan dua kaki dibawah adalah negatif. Penentuan jalur
positif dan negatif terdapat pada PCB ( print circuit board ) ponsel, tetapi
jika pengukuran langsung pada komponen dapat dilakukan dua test point diatas
terhadap kaki-kaki pada komponen switch.
Pengukuran x1ohm, switch ditekan jarum naik, switch dilepas jarum kembali ke 0.
Catt : jika switch belum ditekan jarum sudah naik maka bisa disimpulkan bahwa switch terjadi konslet.
Pengukuran x1ohm, switch ditekan jarum naik, switch dilepas jarum kembali ke 0.
Catt : jika switch belum ditekan jarum sudah naik maka bisa disimpulkan bahwa switch terjadi konslet.
6. Switch/sakelar
volume
Switch volume
fungsinya sebagai sakelar untuk membesarkan dan mengecilkan volume speaker dan
dering pada ponsel. Pengukuran dilakukan sama seperti switch on/off.
Catatan : jika pada switch volume korslet (short) kerusakan yang dapat terjadi
Catatan : jika pada switch volume korslet (short) kerusakan yang dapat terjadi
• Tombol volume tidak
dapat berfungsi
• Keypad pada ponsel
tidak berfungsi karena tombol volume merupakan satu jalur dengan keypad.
7. LED ( light
emitten diode )
LED fungsinya
memberikan cahaya terang pada ponsel agar bisa difungsikan sewaktu kondisi
gelap dan butuh pencahayaan. Pengukuran x1 ohm jarum bergerak naik dan
dihasilkan LED menyala. Lakukan dua test point pada kabel positif dan negatif,
pertama kabel positif dihubungkan pada kaki A dan kabel negatif dihubungkan
dengan kaki B, jika LED tidak menyala maka lakukan test poin kedua kabel
positif dihubungkan dengan kaki B dan kabel negatif dihubungkan dengan kaki A ,
LED harus menyala jika tidak menyala maka dapat disimpulkan bahwa terjadi
kerusakan pada LED dan harus diganti.
8. PLUG IN/ konektor
charging
Plug in fungsinya
sebagai konektor charging guna menghubungkan antara charger dan PCB ponsel.
Pengukuran pada 10 DCV, charger terhubung dengan listrik.
Pengukuran pada charger sama dengan pengukuran pada plug in, jika pada plug in jarum pada multitester tidak naik maka plug in rusak dan harus diganti.
Pengukuran pada charger sama dengan pengukuran pada plug in, jika pada plug in jarum pada multitester tidak naik maka plug in rusak dan harus diganti.
9. BATERAI
Baterai fungsinya sebagai
sumber power yang dibutuhkan untuk menghidupkan ponsel.
Pengukuran pada 10DCV, letakkan kabel positif (merah ) pada positif baterai dan kabel negatif (hitam) pada negatif baterai, jarum harus bergerak naik dan menunjukkan Voltase yang ada. Jika jarum tidak naik kemungkinan terjadi bateray kosong atau rusak.
Pengukuran pada 10DCV, letakkan kabel positif (merah ) pada positif baterai dan kabel negatif (hitam) pada negatif baterai, jarum harus bergerak naik dan menunjukkan Voltase yang ada. Jika jarum tidak naik kemungkinan terjadi bateray kosong atau rusak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar